GBY dan Kitu, SK Demokrat Untuk Siapa?


Kupang, Savanaparadise.com,- Dua Kubu pasangan calon di kabupaten sumba Timur yaitu Gidion-Umbu Lili Pekuwali(GBY-ULP) dan Matius Kitu-Abraham Litinau (MK-Al) sama sama memegang Surat Keputusan (SK) dukungan dari Partai demokrat.

Bahkan kedua kubu ini sama-sama mengunakan atribut partai demokrat dalam pawai keliling kota Waingapu pasca mendapat rekomendasi dari partai berlambang mercy ini.

Tak Tanggung-tanggung, GBY sempat memperlihatkan menunjukan SK dan rekomendasi parpol yang mendukung pencalonannya. Terhitung ada empat SK parpol yang dikantongi oleh kubu GBY.

Sebut saja ada Sk dari Partai Hanura, Demokrat, PDIP serta dari induk semangnya partai Golkar Kubu ARB.

SK dari Partai Demokrat ditanda tangani oelh ketua Umum Susilo Bambang Yudhoyono serta Sekjen Hinca Pandjaitan dengan nomor 64/SK/DPP.PD/VI/2015 bertanggal 20 Juli 2015.

Berdasarkan informasi yang dihimpun redaksi, Kubu MK-AL juga mengaku mendapat SK dari partai Demokrat. bahkan kepada wartawan, Sekretaris DPD Demokrat NTT, Jonathan kana beberapa waktu yang lalu mengaku Demokrat akan mengeluarkan SK untuk paket MK-AL.

Terkait hal tersebut, Ketua tim Sukses paket GBY-ULP, Ali Oemar Fadaq mengaku Demokrat sudah mengelaurkan SK yang ditanda tangani oleh ketua umum partai Demokrat SBY dan Sekjend Hinca Pandjaitan.

Bahkan menurut Anggota DPRD Sumba TImur ini, Sk dari Demokrat diserahkan langsung oleh Sekjend Hinca Pandjaitan kepada GBY.

” Mereka (MK-AL- red) hanya klaim saja. mereka tidak pegang SK,” Kata Ali ketika menghubungi Savanaparadise.com, 25/07 melalui saluran telepon.

Sekretaris DPD Demokrat NTT, Jonathan Kana yang dihubungi melalui telepon gemgamnya mengatakan mengaku heran dengan klaim sepihak dari kubu GBY.

Menurut Anggota DPRD NTT ini mengaku tidak tahu dengan SK yang didapat oleh GBY-ULP.

” Aduh Ama e, coba tanya mereka bagaimana mendapatkan SK tersebut karena kami tidak pernah bahas,” ujarnya. (SP)

Comments

Previous Meriahkan Harlah, PKB NTT Gelar Jalan Sehat
Next Kana : SK Demokrat GBY-ULP Ada Kesalahan dan Kejanggalan