obat pembesar penis obat pembesar penis obat pembesar penis obat perangsang wanita

jasa pembuatan website

Obat Pembesar Penis VIMAX Terbaik Saat ini

Jual VIMAX Asli Obat Pembesar Penis Terbaik Saat ini

Obat Perangsang Wanita Terbaik Saat ini No.1 Di Dunia

Obat Pembesar Penis No.1 Vimax Capsul Original

Ketua DPRD NTT Jadi Saksi Meringankan Kasus E-KTP Setya Novanto

ketua DPRD NTT, Anwar Pua Geno

Jakarta, Savanaparadise.com,- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwal ulang pemeriksaan terhadap sejumlah saksi meringankan Ketua DPR RI Setya Novanto. Salah satunya adalah Anwar Pua Geno, Ketua DPRD NTT.

Selain Anwar, Plt Ketua Umum Partai Golkar Idrus Marham yang juga menjadi saksi meringankan. namun Idrus Marham tidak mennghadiran pemanggilan penyidik.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengungkapkan, ada sembilan saksi dari Partai Golkar dan lima ahli meringankan yang diajukan Novanto. Sembilan saksi meringankan dari Partai Golkar yang diajukan Novanto antara lain Ketua Bidang Hukum dan HAM Rudi Alfonso, Ketua DPD I NTT Melky Laka Lena, Sekjen Partai Golkar Idrus Marham dan Agun Gunandjar Sudarsa

“Pemberitahuan tidak hadir dikirimkan oleh Idrus Marham. Staf datang ke KPK mengantar surat. Tidak bisa datang dan minta penjadwalan ulang,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta, Senin 27 November 2017 seperti dikutip dari metrotvnews.com

Selain Idrus, Ketua DPD I Melky Laka Lena juga belum bisa memenuhi panggilan penyidik. Dia mengirimkan surat pemberitahuan tidak bisa hadir dengan alasan sedang bertugas di luar kota.

Kemudian Aziz Syamsudin, Robert Kardinal, Maman Abdurrahman, dan Erwin Siregar. Sedangkan dari ahli hukum pidana yang diajukan yakni Mudzakir, Romly Atmasasmita, Samsul Bakri, dan Supandji serta ahli hukum tata negara Margito Kamis.

“Dua saksi lainnya (Rudi Alfonso dan Agun Gunandjar Sudarsa) telah pernah diperiksa KPK dalam kasus e-KTP,” ucap Febri.

Dari semua saksi yang diajukan hanya tiga orang yang memenuhi panggilan KPK. Mereka di antaranya Wasekjen Partai Golkar Maman Abdurrahman, Aziz Syamsuddin, dan Margito Kamis.

Pengajuan saksi dan ahli yang meringankan oleh pihak Novanto diatur dalam Pasal 65 KUHP. Pasal tersebut mencantumkan, jika tersangka atau terdakwa berhak untuk mengusahakan dan mengajukan saksi atau seseorang yang memiliki keahlian khusus guna memberikan keterangan yang menguntungkan bagi dirinya.(SP)

 

Comments