Empati Partai Golkar di Masa Pandemi Covid-19

94
Leader Ismail, mewakili Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Melki Lakalena menyerahkan bantuan makanan tambahan untuk ibu hamil dan bayi di kabupaten Alor

 

Covid-19 telah menjadi pandemi global dan menghancurkan semua sendi-sendi ekonomi dan sosial kemasyarakatan. Tak ada satu negara pun yang siap menghadapi Covid-19 ini. Bahkan negara adidaya pun bertekuk lutut dibawah “invasi” virus berbahaya ini. Indonesia juga menjadi salah satu negara yang diporak-porandakan oleh virus yang berasal dari Wuhan, China ini.

Di Indonesia, Keberadaan Covid-19 telah membawa perubahan yang luar biasa dan membenamkan ekonomi hinggi ke titik nadir. Bayangkan, roda ekonomi, hubungan sosial kemasyarakatan dan situasi politik di Indonesia menjadi tak menentu. Pemerintah RI dibawah komando Presiden Joko Widodo telah mengeluarkan berbagai kebijakan strategis guna memulihkan situasi ekonomi, politik dan sosial kemasyarakatan. Maka muncullah program-program karitatif seperti Bantuan Langsung Tunai (BLT), Bantuan Sembako di berbagai kementerian, Bantuan untuk UMKM dan pelbagai bantuan lainnya yang ditujukan kepada masyarakat yang terdampak.

Meski demikian serangan dan umpatan serta kritikan terhadap pemerintah terkait  penanganan Covid-19 terus berdinamika. Linimasa sosial media, layar-layar televisi, media online serta media cetak dan radio menjadi medium untuk menyampaikan kritikan dan masukan kepada pemerintah agar lebih sigap dalam menangani pandemi Covid-19. Sejalan dengan itu angka statistik menunjukkan orang yang terpapar Covid-19 terus meningkat, jumlah angka kematian karena Covid-19 terus menanjak.

Menurut data covid19.go.id, per 24 September 2020, total pasien Covid-19 di Indonesia yang meninggal mencapai lebih dari 10.000 orang, tepatnya 10.105 orang. Sementara itu, untuk total jumlah kasus Covid-19 di Indonesia, adalah sebanyak 262.022 kasus. Dari jumlah itu sebanyak 191.853 orang pasien di antaranya sembuh dari Covid-19. Pada Bulan Mei sebelumnya, kasus kematian di Indonesia tembus 1.000 orang. Kemudian pada 30 Juli tembus 5.000 orang.

Akibatnya sejumlah daerah melakukan penutupan dan pengetatan disemua pintu masuk terhadap pelaku perjalanan dalam daerah maupun luar daerah. NTT sempat menutup semua jalur masuk udara, darat dan laut dari Luar NTT Maupun dari NTT keluar daerah. Bahkan secara domestik arus transportasi antar kabupaten di NTT ditutup.

Untuk di NTT, angka orang yang terpapar Covid-19 memang dibawa rata-rata nasional. Jumlah kematian masih berada jauh bawah kasus nasional dibandingkan dengan provinsi-provinsi lainnya.

Ini gambaran untuk orang yang terpapar Covid-19 dan jumlah kematian. Belum lagi soal dampak sosial dan ekonomi. Sektor ekonomilah yang paling terpukul. Ratusan juta  orang terdampak dari Covid-19. Sektor produksi berhenti total untuk beroperasi, UMKM juga berhenti total. Puluhan ribu pekerja terkena pemutusan Hubungan Kerja akibat produksi berhenti. Banyak rumah tangga dan kelompok profesi yang terdampak akibat virus mematikan ini.

Gambaran dampak ekonomi secara nasional juga melanda NTT. Semua sektor lumpuh dan ribuan orang mengalami kekurangan pangan. Para pekerja serabutan, pekerja profesional dan sektor jasa dan UMKM juga sangat terdampak.

Carut marut ekonomi ini membutuhkan aksi dan kolaborasi dari semua pihak. Banyak organisasi kemasyarakatan, organisasi profesi,  partai politik dan orang-orang yang terpanggil untuk memberikan berbagai macam bantuan.

Golkar, Salah satu partai besar di Indonesia turut memberi andil dalam penanganan Corona baik secara politik, akademik dan bantuan sembako secara segmented. Secara politik,Golkar melalui Perwakilannya di DPR RI mendorong sejumlah regulasi yang adaptif terhadap penanganan Coronavirus. Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Emanuel Melkiades Lakalena merupakan salah satu politisi Golkar yang memberi perhatian besar terhadap penanganan Covid-19. Komisi yang  berkaitan dengan kesehatan masyarakar ini terua menjadi garda terdepan yang memberi dukungan politik. Melki yang juga ketua DPD I Golkar NTT ini terus berpacu dengan waktu untuk memberikan dukungan politik di Parlemen untuk penanganan Covid-19. Kita bisa menyaksikan Melki Lakalena setiap hari memberikan kontribusi politiknya di media massa.

Di Level Provinsi NTT dan Kabupaten Kota, Golkar melalui perwakilannya di DPRD terus memberikan dorongan dan dukungan politik bagi pemerintah untuk lebih sigap dalam menghadapi pandemic Covid-19. Tak hanya itu, Golkar pun terlibat aktif dalam politik anggaran untuk penanganan Covid-19.

Partai Golkar NTT dalam pendapat Fraksinya di DPRD NTT, meminta Pemprov NTT segera mencairkan 105 Miliar dana Jaring Pengaman Sosial (JPS). Golkar berpendapat bahwa pandemic Covid-19 telah menimbulkan kelesuhan ekonomi. Dengan penyaluran JPS dengan segera bisa mengatasi kekurangan bahan makanan untuk masyarakat kelas bawah. Fraksi Golkar juga mendorong Pemprov NTT untuk menyalurkan dana sebesar Rp 600 Miliar lebih untuk pemulihan ekonomi masyarakat. Dana ini berupa stimulan dan suntikan agar ekonomi masyarakat mulai bergairah dan produktif lagi

Tak hanya itu berbagai kerja politik dilakukan oleh Partai Golkar melalui berbagai aksi nyata terhadap kelompok masyarakat yang terdampak. Kita bisa lihat dari berbagai aksi penyerahan bantuan medis, bantuan sembako, bantuan pemberian makanan tambahan bagi ibu hamil di seantero NTT.

Disisi lain, Melki dan partai Golkar juga memberikan sumbangan yang tak kalah pentingnya bagi dunia kesehatan di NTT.  Pada bulan Maret Tahun 2020, sebelum wabah ini belum begitu luas mengancam,  Dinas Kesehatan Provinsi NTT mendapat Buku Panduan Penanganan Corona dari China. Buku yang sudah diterjemahkan dalam bahasa indonesia ini dserahkan oleh Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Emanuel Melkiades Lakalena

Penyerahan buku ini disaksikan oleh Wakil Ketua Komisi V DPRD NTT, Muhamad Ansor, Anggota Komisi V lainnya dr Cristian Widodo. Hadir juga ketua Forum Academia NTT, Dominggus Elcid Li dan akademisi Universitas Nusa Cendana Kupang dan Anggota Forum Academia NTT, Rudi Rohi.

Melki pada kesempatan itu mengatakan buku panduan penanganan corona sebelumnya sudah diserahkan kepada Kementerian Kesehatan RI pada beberapa waktu yang lalu. Ia mengatakan buku yang diserahkan kepada kemenkes belum diterjemahkan dalam bahasa Indonesia.

” Yang kami serahkan hari ini sudah di terjemahkan dari bahasa inggris ke bahasa indonesia. Terjemahan ini dikerjakan teman-teman dari Forum Academia NTT Oleh pak doktor Elcid Li dan pak calon doktor Rudi Rohi”, kata Melki pada waktu itu.

Melki berharap dengan buku panduan tersebut bisa menambah referensi terkait penanganan virus corona yang menjadi pandemi global.

” Kita Gerak cepat untuk terjemahkan sehingga pengalaman dari Wuhan China terkait penanganan virus corona ditiru di NTT. Buku ini berisi bagaimana cara mendiagnosis dan melakukan upaya pencegahan terhadap virus corona,” kata Ketua DPD I Golkar NTT ini.

Ia mengatakan buku panduan yang diserahkan ke Dinkes NTT dalam terjemahan dalam bahasa indonesia merupakan momen yang pertama di indonesia. Buku panduan yang diserahkan sebelumnya ke Kementerian Kesehatan belum diterjemahkan ke bahasa Indonesia.

” Ini yang pertama di Indonesia kita serahkan yang memakai terjemahan indonesia. sebelumnya yang kita serahkan ke Menteri Kesehatan belum diterjemahkan ke bahasa indonesia. NTT merupakan provinsi yang paling pertama mendapat terjemahan bahasa indonesia.ini berkat bantuan dari teman-teman dari Forum Academia NTT,” jelasnya.

Ketua Forum Academia NTT, Dominggus Elcid Li mengatakan ia bersama-sama dengan rekan-rekannya di Forum Academia NTT membutuhkan waktu hampir dua hari untuk menterjemahkan Buku Panduan Penanganan Corona dari China. Terjemahan tersebut dikerjakan secara gotong royong bersama rekan-rekannya yang berada di indoensia maupun yang berada di luar negeri.

Empati Golkar pada masa pandemi juga ditunjukan bagi Ibu hamil dan bayi. Ribuan paket makanan tambahan bagi Ibu hami dan bayi dibagikan diseluruh kabupaten/kota di NTT. sesuai penulusuran penulis, di Kabupaten Ende, Paket PMT diserahkan oleh pengurus Golkar setempat kepada 25 puskesmas.

Pemberian bantuan ini diserahkan langsung oleh Ketua Partai Golkar Kabupaten Ende Hery Wadhi yang didampingi oleh para pengurus partai golkar lainnya antara lain, Ambros Rewa, anggota DPRD fraksi Partai Golkar, Kanisius Ray, Celi Da Costa, Sergiuo Lalu Baby, dan Kasimirus Bara Bheri Cesar, SH Ketua Satgas anti korupsi Partai Golkar DPD I Provinis NTT wilayah Flores, Lembata, Alor.

Pengurus dari masing-masing Kecamatan turut terlibat dalam penyerahan tersebut. Penyerahan bentuan itu di lakukan di masing masing puskesmas dan diterima oleh Camat dan kepala puskesmas masing-masing yang didampingi para medis.

Penyerahan ratusan paket makanan tambahan juga dilakukan Golkar di Kabupaten Sumba Timur, Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Kabupaten TTS, TTU, Belu, Malaka, Sumba Tengah, Sumba Barat Daya, Sumba Barat dan kabupaten lainnya di NTT.

Bantuan Sembako juga dilakukan oleh Partai Golkar untuk rumah tangga terdampak, pekerja profesional dan kelompok jurnalis di Kota Kupang. Bantuan ini disalurkan oleh Pengurus DPD I Golkar NTT, Frans Sarong dan Laurens Leba Tukan. Penyerahan bantuan yang sama juga dilakukan oleh partai Golkar yang ada di kabupaten-kabupaten di NTT bagi masyarakat yang terdampak.

Golkar Baik secara nasional maupun di NTT telah memberikan sumbangsi yang besar di masa pandemi. Paparan diatas belum bisa mewakili semua sumbangsi yang sudah di buat Golkar.

Empati Golkar di masa pandemi Covid-19 menunjukkan bahwa partai ini tidak sekedar hadir dalam kontestasi politik. Datang berjanji di panggung lalu pergi menghilang setelah kepentingannya tercapai. Tapi Golkar   tidaklah demikian. Ia datang dalam setiap masa , dalam untung dan malang dan berbuat secara nyata untuk masyarakat.

Sumbangsi Golkar bukan seperti partai lainnya, gemar walk out dan cuci tangan dikala politik mengalami kegamangan dan menghakimi keberadaan pemerintah. Ia hadir memberi politik jalan ketiga yaitu memberi solusi jalan tengah dan dialog setara. Tak hanya itu Ia hadir ditengah-tengah masyarakat, membumi dan mengagregasi kepentingan rakyat seturut slogan, Suara Rakyat, Suara Tuhan.(Elas Jawamara)

Comments