Kasat POL PP Sikka : Pembinaan dari Bupati Selaku Pimpinan Adalah Hal Yang Wajar

  • Whatsapp

Maumere, Savanaparadise.com,- Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasat Pol PP) dan Damkar Kabupaten Sikka, Drs. Adeodatus Buang Da Cunha mengatakan dirinya dan beberapa anggota yang mendapat pembinaan khusus dari Bupati Sikka sebagai bentuk koreksi sehingga dalam melaksanakan tugas tidak sewenang-wenang.

Klarifikasi tersebut disampaikan Kasat Buang Da Cunha yang dikirim kepada wartawan sehubungan dengan pemberitaan yang tidak lengkap dari beberapa media sehingga menimbulkan penafsiran yang berbeda-beda di tengah masyarakat pembaca.

“Dalam Pansus I DPRD Kabupaten Sikka atas Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Sikka, meminta penjelasan saya terkait pembinaan yang dilakukan oleh pimpinan kepada dirinya dan anggota Sat Pol PP dan Damkar Kabupaten Sikka.

Dirinya sudah menjelaskan bahwa pembinaan dari Bupati selaku pimpinan juga pembina adalah hal yang wajar. Karena kami di pol PP beda dengan instansi lainnya,” tuturnya .

Ia juga menegaskan bahwa dalam melaksanakan tugas, dirinya dan anggota kadang melakukan kekeliruan bahkan dinilai banyak kalangan represif dan arogan di lapangan, itu adalah hal manusiawi yang patut mendapat koreksi dari pimpinan. “Kami berterima kasih atas koreksi dari pimpinan, agar dalam melaksanakan tugas tidak sewenang-wenang,” tegas Buang.

Berikut petikan surat klarifikasi yang dikirimkan oleh Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Damkar Kabupaten Sikka, Drs. Adeodatus Buang Da Cunha yang diterima media SP, Rabu, 31/03/2021.

Isi klarifikasi sebagai berikut :

Surat klarifikasi hak jawab Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Sikka terkait pemberitaan media:

Pertama: bahwa kami menerima pembinaan yang dilakukan Bupati Sikka atas koreksi pelaksanaan tugas kami.

Kedua: bahwa kami satuan polisi pamong praja Kabupaten Sikka adalah praja yang berwibawa dan loyal serta berjiwa besar. Kami tidak cengeng, tidak manja, tetap melakukan pelayanan dengan hati nurani. Bahwa dalam melaksanakan tugas, kami kadang melakukan kekeliruan bahkan dinilai banyak kalangan represif dan arogan di lapangan, itu adalah hal manusiawi yang patut mendapat koreksi dari pimpinan. Kami berterima kasih atas koreksi dari pimpinan, agar dalam melaksanakan tugas tidak sewenang-wenang.

Ketiga: Atas pemberitaan beberapa media, kami mengoreksi sudut pandang tulisan tersebut, karena penjelasan kami di Pansus DPRD Kabupaten Sikka menitikberatkan pada PEMBINAAN bukan pada gerakan memukul. Ada media yang tidak lengkap dalam menulis pemberitaan ini tututup Da Cunha . (SP/PLW)

Pos terkait