Ketua DPD II Partai Golkar Manggarai, Yoakim Jehati Soroti Perekrutan TFL Sanimas

  • Whatsapp

Ruteng, Savanaparadise.com,– Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Partai Golongan Karya (Golkar) Kabupaten Manggarai Yoakim Jehati, kembali menyoroti terkait perekrutan Tenaga Fasilitator Lapangan (TFL) Sanimas yang hingga kini ramai diperbincangkan di Masyarakat.

Yoakim menyampaikan pandangannya saat Rapat Paripurna aktual dengan Pemerintah Daerah (Pemda) Manggarai Nusa Tenggara Timur (NTT) di ruangan Paripurna DPRD Senin, (29/3/2021).

Mengawali pembicaraannya, ia menyampaikan apresiasi kepada Dinas PUPR Manggarai karena ada langkah maju dalam proses perekrutan, dari tertutup kini dilakukan secara terbuka.

“Terima kasih kepada Dinas PUPR karena ada langkah maju dari tahun sebelumnya, karena sekarang proses perekrutan dilakukan secara terbuka. Sehingga masyarakat antusias mengikuti pendaftaran,” ungkapnya.

Namun, Yoakim menyampaikan sejumlah kejanggalan saat perekrutan yang dilakukan oleh Dinas PUPR Manggarai, pertama, persyaratan yang disampaikan melalui pengumuman tidak dijelaskan secara detail.

Lebih lanjut kata Yoakim, semestinya pada saat pembukaan pendaftaran, pihak dinas harus menyampaikan secara detail tentang syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh calon TFL.

“Ini di poin persyaratan tidak dicantumkan standar IPK (Indeks Prestasi Komukatif) bagi pelamar, tapi saat seleksi administrasi, ratusan peserta akhirnya banyak yang gugur dikarenakan standar IPK nya tidak memenuhi kriteria”, ungkapnya.

Yoakim mengatakan kalau memang ada persyaratan lain, sampaikan sejak awal. Jangan menipu para pencari kerja di daerah ini.

Dengan nada tegas Yoakim mengatakan ini pembunuhan karakter anak muda dan para pencari kerja di Manggarai, kasihan. Apalagi mereka telah mengorbankan waktu dan tenaga dalam melengkapi persyaratan yang di minta.

“Saya berani bersumpah tidak pernah berkomunikasi dengan Dinas maupun dengan Pansel untuk menitip orang di situ”, tegasnya

Berikutnya, Yoakim juga membeberkan kejanggalan soal panitia seleksi yang independensinya sangat diragukan. “Katanya mengambil pihak luar menjadi panitia seleksi untuk independensi, tapi yang terjadi ketua Partai Politik yang menjadi ketua panitia seleksi,” bebernya.

Bahkan Ia juga menyoroti peserta yang belum wisuda namun lolos seleksi administrasi. “Saya sangat ragu dengan pengalaman yang belum wisuda tapi sudah lolos administrasi itu saya sangat ragukan pengalamannya,” tutup dia.

Penulis: Beny Tengka

Pos terkait