Kisah Unik, Istin Peraih IPK Tertinggi di STIPAR Ende

  • Whatsapp

Ende, Savanaparadise.com,- Kristina Peni Teluma dinobatkan sebagai lulusan terbaik di Sekolah Tinggi Pastoral Atma Reksa (STIPAR) Ende atas prestasi akademik yang diraihnya. Dia berhasil menjadi satu-satunya di Stipar yang meraih IPK 3,78 dengan predikat Cumlaude.

Wanita yang akrab disapa Istin ini merupakan lulusan Program Studi (Prodi) Kependidikan Keagamaan Katolik. Dia menyelesaikan masa studi selama kurang lebih 5 Tahun.

Bacaan Lainnya

Perasaan bangga bercampur bahagia tampak dari wajah Istin setelah mendengar namanya dibacakan sebagai peringkat pertama dengan perolehan IPK tertinggi.

Baginya ini merupakan penantian dari perjuangan yang di tunggu-tunggu selama mengenyam pendidikan di STIPAR Ende.

“Saat pembacaan nama hasil kelulusan dan nama saya di posisi pertama, saya begitu terkejut dan tidak mampu berkata-kata, semuanya saya ekspresikan dengan air mata”, tutur Istin saat di wawancara usai Yudisium, Rabu (9/6/21).

Istin menuturkan saat itu dirinya juga mengekspresikan dalam bentuk doa sebagai ucapan syukur atas keberhasilan yang diraihnya.

“Saya berdoa dalam hati dengan mengatakan Tuhan ini adalah jawabanmu atas doa dan kerja keras selama ini”, ungkap Istin.

Wanita asal Flores Timur ini mengatakan selama mengenyam pendidikan di STIPAR dirinya cukup aktif belajar yang membawanya mendapat predikat sebagai Mahasiswi lulusan terbaik.

“Selain belajar, doa merupakan kunci pertama yang saya lakukan dan terapkan”, ujar Istin

Semua pencapaian itu, kata Istin tak lepas dari dukungan berbagai pihak kampus terutama Dosen di Prodinya.

Uniknya lagi, ternyata Istin si Mahasiswi asal Desa Tuakepa, Kecamatan Titehena ini telah berkeluarga dan menikah serta memiliki seorang anak.

Menurut Istin yang membiayai dirinya selama mengenyam pendidikan di STIPAR adalah Suami dan Mertuanya yang juga dibantu Orang Tua kandungnya.

“Kedua keluarga saya sangat mendukung niat saya untuk melanjutkan ke tingkat yang paling tinggi dan saya selalu membagi waktu antara keluarga dan pendidikan”, imbunnya.

Istin sangat senang bisa kulia di STIPAR. Selain aman, semua dosen sangat profesional, Ia pun bangga karena sekian banyak orang yang dipanggil tetapi sedikit yang dipilih dan saya terpanggil untuk berada di STIPAR.

“Disini selain pengetahuan yang kami dapat, kami juga ditempah dari sisi religius untuk lebih mendekatkan diri dengan Tuhan”, ujar Istin

Sementara, Ketua Sekolah Stipar Ende, Frederikus Dhedhu, Lic kepada wartawan mengatakan yudisium ini merupakan hasil dari proses pendampingan yang cukup panjang terhadap Mahasiswa/Mahasiswi di Stipar dengan kekhasan sebagai sarjana pendidikan dan juga sebagai Katekis.

Romo Feri menjelaskan dikesempatan wisuda nanti ada lagi kegiatan misio kanonika akan di pimpin oleh Bapak Uskup dan Bapak Uskup akan memberikan kuasa mengajar kepada mereka sehingga dalam tugas pelayanan sebagai rasul awam mereka memiliki kematangan iman dan kedewasaan.

“Untuk lulus tahun ini ada keistimewaan karena ada sekian banyak regulasi dari pemerintah yang harus diterapkan. Ada penerapan Nomor Induk Nasional (NIN), Surat Keterangan Surat Pengganti Ijasah (SKPI) dan jumlah ketrampilan yang mereka dapat, baik di lingkup kampus dan lingkup masyarakat”, jelas Romo Feri

Dan itu semua, kata Romo Feri yang dapat mendukung profesionalisme mereka sebagai guru agama dan juga katekis.

Tak lupa pula, Romo Feri menyampaikan harapannya kepada peserta yudisium untuk menjalankan tugas di tengah dunia dengan sebaik-baiknya dan berguna bagi orang banyak apalagi ketika dunia saat ini berubah pesat, kemajuan teknologi komunikasi yang sering kali membuat masyarakat terjerumus. “Dan disitulah mereka harus tampil sebagai guru agama dan katekis”, harap Romo Feri kepada peserta Yudisium.

Selain itu, Romo Feri juga berharap agar peserta yudisium mampu mengimplementasikan seluruh pengetahuan, ketrampilan yang diperoleh selama di Stipar, komitmen, tanggungjawab moral untuk membantu umat dan semuanya itu musti diselaraskan dalam satu bingkai yaitu bingka iman.

“Landasan utama yang musti mereka harus sadar yaitu mereka harus selalu mengandalkan Tuhan yang selama ini menjadi kekhasan di lembaga ini”, tegasnya

Penulis: Chen Rasi

Pos terkait