Korban Erupsi Ile Lewotolok Menjerit Saat Disambangi Aliansi Kami Bersama JRX Di Pondok Parek Walang

2

Lembata, Savanaparadise.com,-Kisah piluh warga terdampak erupsi Gunung Ile Lewotolok tak kian habis. Setelah sebulan lebih warga yang terdampak erupsi Gunung Ile Lewotolok mengungsi, namun pada tanggal 02 Januari 2021 mereka kembali dipulangkan ke kampung halaman mereka masing-masing.

Akan tetapi, Ile Lewotolok masih terus bergejolak dan bergemuruh hingga hari ini dan masih berstatus level III atau siaga. Demi keselamatan mereka, warga lereng Gunung Ile Lewotolok memilih untuk mengungsi kembali, tapi bukan ke posko tempat penampungan pengungsi.

Lokasi yang mereka pilih adalah area Parek Walang Kecamatan Ile Ape.
Mungkin lokasi/area ini menurut mereka boleh mengurangi rasa takut dan panik yang menghantui mereka. Selain itu mereka bisa bercocok tanam di tempat tersebut.

Walaupun beratapkan seng bekas dan daun lontar kering dengan berdindingkan kain-kain bekas mereka merasa nyaman dengan keadaan yang mereka rasakan saat ini. Ironisnya, tiada pilihan lain, mereka harus tidur beralaskan tumpukan kain-kain, sebab Ile Lewotolok terus bergemuru.

“Kami sangat ketakutan mendengar suara gemuru gunung Ile Lewotolok, Tutur Ibu Regina”, saat ditemui media Savanaparadise.com dipondok Pareng Walang, Selasa, (12/01/2021).

Bahkan menurut keterangannya, tidak hanya mereka sebagai orang tua yang takut dengan suara gemuru gunung Ile Lewotolok, anak-anak dan para lansiapun merasakan hal sama yaitu takut dan resah.

Keadaan itulah yang membuat mereka tidak nyaman berada dikampung dan memilih Parek Walang, walaupun serba kesulitan yang harus mereka rasakan.

Mama Regina juga mengaku selama mereka mengungsi di Parek Walang mereka belum tersentuh oleh bantuan apapun, apalagi dikunjungi oleh Pemerintah.

Ia juga mengaku, di Parek Walang mereka sangat kesulitan akan kebutuhan air bersih dan setiap hari mereka harus membeli dengan harga Rp. 2000/1 jerigen ukuran 5 Liter dan Rp. 5000/1 Jerigen ukuran 10.000.

“Kondisi ini yang membuat kami sangat kesulitan, apalagi semenjak bencana ini menimpa kami, belum ada pendapatan yang kami peroleh”, ungkap Mama Regina.

Karenanya, Mama Regina dan seluruh pengungsi yang tinggal di Parek Walang merasa terharu ketika disambangi oleh Aliansi Kami Bersama JRX yang ada di Bali. Selanjutnya mewakili pengungsi lainnya, Ia menyampaikan terimakasih banyak kepada Aliansi Kami Bersama JRX atas perhatian kepada korban erupsi Lewotolok.

“Terimakasih banyak buat Aliansi Kami Bersama JRX yang sudah memberikan bantuan untuk kami dan semoga dengan bantuan dapat mengurangi beban kami. Terimakasih sekali lagi, semoga Tuhan dan Lewotoan Lembata memberkati usaha kalian semua”, Tuturnya.

Ketika diwawancarai, salah seorang Tim Aliansi Kami Bersama JRX, Yoan Lucano Peuobu mengatakan bahwa di lokasi Parek Walang kami menemukan keluhan yang menjadi perhatian untuk kita semua.

Lucano menambahkan, kita semestinya harus lebih peduli dan merasakan juga penderitaan yang di alami oleh saudara/i kita disini.

“Tadi mereka sudah kelukan soal kebutuhan air minum, bahan makanan, dan tempat mereka tinggal sebelumnya yang sudah mengalami kerusakan”,Tutupnya.

Penulis: Stefanus Beda Lelangwayang

Center Align Buttons in Bootstrap