Mabes Polri Siap Gelar Perkara Kasus Kematian Iyek Nanda Saputra

4
Foto Aksi Damai Di Mabes Polri
Foto Aksi Damai Di Mabes Polri

Kupang, Savanaparadise.com,- Koordinator Aliansi Masyarakat Nasional (AMAN) Flobamora, Martinus Gabriel Goa dan Hadijah Usman didampingi Kristoforus Watu Pati, Direktur Pelayanan Advokasi untuk Keadilan dan Perdamaian (PADMA) Indonesia mendatangi Mabes Polri. Kedatangannya dalam bentuk aksi damai ini dengan maksud untuk mencari keadilan atas peristiwa kematian anak Iyek Nanda Saputra. Yang oleh Polres Sumba Barat dinyatakan sebagai kecelakaan tunggal.

Dalam siaran pers PADMA yang diterima SP di Kupang, Selasa, (14/6) dikirim via email dari Jakarta, meminta agar kasus kematian itu dibuka ke publik.

Atas dasar berbagai motif, kesaksian dan hasil otopsi dokter ahli forensik, diketahui bahwa Iyek Nanda Saputra meninggal karena dibunuh. Namun, tidak progres berarti dari perkembangan penyelidikan yang dilakukan oleh Polres Sumba Barat. Bahkan dalam proses pengusutannya yang berlarut-larut tanpa ujung tersebut, keluarga korban justru sering dimintai sejumlah uang. Baik dengan dalih untuk operasional maupun untuk semua biaya otopsi.

Setelah dua tahun berlalu, terhitung sejak kematian Iyek Nanda Saputra pada 22 Januari 2014, akhirnya Hadijah Usman memutuskan untuk melaporkan pembiaran dan dugaan rekayasa pembunuhan ini ke Jakarta. Baik itu ke Komnas HAM, Ombudsman Republik Indonesia, Kompolnas dan hari ini Senin (13/6) ke Mabes Polri.

Hadijah Usman dan pihak-pihak yang mendampingi, diterima oleh AKBP Bambang S., Kasubag Yanduan Divhumas Mabes Polri. Kepada Hadijah dan keluarga korban, AKBP Bambang menyampaikan turut berduka yang mendalam atas kematian Iyek Nanda Saputra. Dirinya memastikan bahwa, Divhumas Mabes Polri akan berkoordinasi dengan Wasidik Bareskrim Mabes Polri untuk gelar kasus di Mabes Polri.

Dan untuk mengawal pengusutan kasus kematian ini agar sampai tuntas, dirinya akan berkoordinasi memanggil Kapolda NTT dan Kapolres Sumba Barat untuk hadir dalam gelar perkara di Mabes Polri nantinya.

Sementara itu, Hadijah Usman berharap agar dirinya tak lagi “dipimpong” seperti saat masih di Sumba. Dimana kasus kematiannya menjadi oper-operan antara Lantas dan Rekrim. Dirinya berharap penuh, semoga masih ada keadilan di negeri ini buat mereka yang jauh dari pusat kekuasaan.

“Saya tidak meminta para pembunuh anak saya untuk turut dibunuh juga. Saya hanya minta, berilah keadilan hukum dan stop sudah kebohongan terhadap rakyat kecil seperti kami ini. Di Sumba, ada begitu banyak kasus pembunuhan. Aparat mungkin bisa dibayar. Tapi tidak untuk saya. Walaupun orang kecil, saya tetap akan cari terus keadilan itu, kemanapun,” kata Hadijah Usman, wanita berusia lima puluhan ini, di sela-sela tangisnya.

Di waktu bersamaan, pimpinan AMAN Flobamora dan PADMA Indonesia sesuara menyatakan komitmennya untuk terus mengawal kasus ini. Dan berharap agar Mabes Polri bisa segera melihat NTT yang sedang dipenuhi berbagai kasus kriminal.

“Kami akan terus kawal ini. Keadilan harus ditegakan, sekalipun langit runtuh,” tegas Kristoforus.(SP)

Comments