Mengaku Tak Takut, Servas Tnaauni Persilakan Kepala Desa Femnasi Lapor Polisi

  • Whatsapp
Servas Tnaauni/Dokumen Facebook

 

Kefamenanu, Savanaparadise.com,- Ancaman Kepala Desa femnasi, Klemens Manu ditanggapi santai oleh Servas Tnaauini. ia mengaku tak takut dengan ancaman Kepala Desa Femnasi yang akan melapornya ke Polres TTU terkait postingannya di Facebook.

Bacaan Lainnya

Bahkan ia mengaku senang dengan ancaman kepala Desa Femnasi. Servas mempersilakan Kades Femnasi untuk melaporkannya ke pihak yang berwajib. Apa yang ditulisnya di Facebook kata dia adalah kritikan.

” Saya senang untuk dilaporkan dan diproses secara hukum supaya saya bisa membuka semua kejanggalan yang terjadi di desa itu. Kepala desa yang baik adalah kepala desa yang tidak anti kritik,” kata Servas Tnaauni ketika dikonfirmasi SP, Sabtu, 21/02/2021.

Postingannya di Facebook kata Servas, bertujuan untuk memberi kritikan dan bermaksudnya supaya mereka lebih teliti dalam bekerja. Ia mengatakan jika kritikan tidak diterima dan Kepala Desa Femnasi mengancam untuk lapor polisi maka Ia siap memberi pertanggungjawaban dan siap menghadirkan saksi-saksi dari desa Femnasi agar semuanya menjadi jelas.

Ia mengaku sudah siap diproses hukum atas kritikannya kepada Kepala Desa Femnasi dan siap bertanggung jawab atas itu.Ia mengatakan tak takut sedikitpun dengan ancaman Kepala Desa Femnasi.

Diberitakan sebelumnya, Kepala Desa Femnasi, Kecamatan Miomaffo Timur, kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) Klemens Manu berencana akan melaporkan akun facebook Serfas TnaAuni ke polres TTU.

Rencana pembuatan laporan ini terkait postingan akun tersebut di beberapa grup facebook yang menyoal pekerjaan jalan desa Femnasi yang bersumber dari Dana Desa (DD) dengan pagu anggaran 477 juta yang dinilai tidak berjalan sesuai perencanaan.

“ Salah satu pekerjaan Jalan Desa FMNS dg pagu Anggaran 477jutaan dari tahun 2019 sampai sekarang meninggalkan pekerjaan terbengkalai, HOK sudah dicairkan masyarakat minta mau kerja tapi Bahan Semen semua sudah hilang, pasirpun sdh dibawa air hujan, oknum Sang kades KM mengelak dan menyuruh masyarakat untuk minta di kontraktor minta di kontraktor,, penahan direncanakan 90 meter, saluran 60 meter direncanakan di 3 titik sampai saat ini belum satupun dikerjakan, Dana sudah 100% selesai, pekerjaan jalan model begini,, anehnya pemeriksaan di lapangan anggap aman2 saja, kira2 periksa kertas at bagaimana, tolong teman2 di miomaffo timur telusuri,” demikian bunyi postingan dari akun Serfas TnaAuni tersebut.

Postingan ini sontak menghentak warga Desa Femnasi dan beraneka tanggapanpun bermunculan. Kepala Desa Femnasi, Klemens Manu saat dikonfirmasi SP di kediamannya pada sabtu (27/2) mengaku baru mengetahui postingan tersebut setelah diinformasikan oleh keluarganya.

Menurut Klemens, postingan tersebut sangat menyudutkan dirinya seolah-olah dialah penyebab utama dari belum selesainya pengerjaan jalan tersebut.

” Menurut saya saudara Serfas TnaAuni tidak memiliki etika dalam mengunggah sesuatu di media sosial. Saya juga tidak kenal dengan Serfas. Dia bukan warga masyarakat di sini. Sayapun tidak tau asal usulnya dari mana. Menurut saya, semestinya kalau dia melihat bahwa ada kesalahan dan penyelewengan ataupun kelalaian dalam pengerjaan proyek di Desa Femnasi dia harus konfirmasi dengan saya dahulu sebagai kepala desa, sehingga dia bisa mendapatkan penjelasan yang detail tentang progres pembangunan di desa. Bukan langsung asal posting saja di medsos” jelas Klemens.

Klemens mengakui bahwa memang saat ini sedang dikerjakan jalan rabat lengkap dengan penahan dan saluran di Desa Femnasi dan progresnya berjalan. Dana untuk proyek tersebut sejumlah 477 juta dan itu baru dicairkan pada desember 2019.

” Kami sudah cairkan dananya pada desember 2019. Dana itu tidak ada di tangan saya atau ditangan bendahara. Semua dana sudah dibelanjakan pada suplayer UD Sion. Tinggal pendropingannya material ke lokasi ini yang masih terhambat. Tapi pekerjaan itu juga hampir selesai. Tinggal penahan sepanjang 90 meter dan saluran 60 meter yang belum dikerjakan” tambahnya.

Klemens menambahkan bahwa tidak benar kalau ada material seperti semen hilang dan pasir terkikis hujan sebagaimana yang ada dalam postingan Serfas.

“ Material yang sudah diturunkan telah terpakai seluruhnya. Sekarang tinggal material untuk tembok penahan dan saluran yang belum selesai. Tapi kita sudah menginformasikan ke suplayer UD Sion dan mereka akan segera menurunkan material yang masih tersisa” ungkapnya.

Kelmens menganggap bahwa postingan Serfas TnaAuni telah merugikan dirinya Sebagai Kepala Desa Femnasi sehingga ia akan menuntut pemulihan nama baik.

“Saya kasi kesempatan untuk dia bisa datang dan komunikasi 4 mata untuk kemudian kita melakukan klarifikasi atas semua kesalahpahaman ini. Namun jika dia tidak datang maka terpaksa saya akan menempuh jalur hukum dengan melaporkan akun Serfas TnaAuni ke polres TTU” ungkapnya serius.

Pos terkait