Pemda Sabu Raijua Adakan Rapat Pleno Bersama OJK Dan Bank Indonesia Perwakilan NTT

Bupati Sabu Raijua, Nikodemus Rihi Heke sedang menandatangi berita acara Rapat Pleno & Hight Level Meeting di Aula Kantor Bupati (Foto: Dule Dubu/Savanaparadise.com)

Menia, Savanaparadise.com,- Otoritas Jasa keuangan (OJK), Bank Indonesia Perwakilan NTT, dan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) melakukan kunjungan kerja perdana di Kabupaten Sabu Raijua. Kunjungan itu di sambut baik oleh Pemerintah Daerah (Pemda) Sabu Raijua.

Sebagai bentuk respon atas kunjungan itu, Bupati Drs. Nikodemus N. Rihi Heke, Msi, bersama jajarannya mengadakan Rapat Pleno dan Hight Level TPAKD dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah ( TPID) Kabupaten Sabu Raijua. Rapat pleno berlangsung di Aula Kantor Bupati Sabu Raijua Rabu (20/04/22).

Bacaan Lainnya

Kepala OJK perwakilan NTT, Robert Sainipar, dalam keterangannya menyampaikan terima kasih banyak kepada Bupati yang telah menetapkan TPAKD sesuai SK Bupati Sabu Raijua Per tanggal 07 Desember 2020.

Menindaklanjuti SK tersebut,  kata kepala OJK, telah kita dalami dan ikuti pembukuan bersama pada Agustus yang lalu.

Ia menambahkan, kalau boleh saya membaca kembali struktur ini yaitu, pengarahnya Pak Bupati sendiri kemudian selaku koordinator Pak Sekda dan wakil koordinator Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekda Sabu Raijua.

“Langkah berikutnya adalah setelah sudah terbentuk kita akan memulai dengan penyusunan program kerja”, terangnya.

“Kami dapat sampaikan kepada Pak Bupati beserta seluruh jajaran ini bahwa ada beberapa program kerja kita untuk ditingkat provinsi sudah cukup berjalan dengan baik dan cukup positif antara lain yakni, akselerasi dan perluasan kepemilikan rekening tabungan pelajar atau yang kita ketahui (KEJAR)”, tambah dia.

Lebih lanjut jelasnya, untuk KEJAR ini satu rekening satu pelajar dan ini kami dapat informasikan bahwa di tahun 2021 ini target sudah tercapai seluruhnya sampai pada 12 Surat Edaran (SE) yang sudah diterbitkan oleh kepala Daerah kemudian juga sampai pada optimalisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat ( KUR).

Terpisah, Bupati Sabu Raijua Nikodemus Rihi Heke dalam keterangan menjelaskan, tim percepatan akses keuangan daerah merupakan forum koordinasi antara instansi dan Stekcholders terkait peningkatan akses keuangan di daerah dalam rangka meningkatkan pertumbuhan perekonomian daerah dalam mewujudkan masyarakat yang lebih sejahtera.

Tujuan dari terbentuknya TPAKD adalah yang pertama, pengembangan lokal melalui UMKM dalam rangka mendukung sektor Pariwisata. Kedua, meningkatkan kualitas SDM dan pengentasan kemiskinan.

Sedangkan tim pengendalian Inflasi daerah, jelas Bupati Rihi Heke,  berperan menjaga kestabilan harga di daerah.

“TPID ini terdiri atas berbagai Instansi, Kantor Bank Indonesia, bagian perekonomian dan SDA , SKPD, BULOG, BUMD serta pihak terkait lainnya”, ungkapnya.

Menutupi Sambutannya, Bupati Rihi Heke berharap setelah terlaksananya pleno hari ini dapat menjadi langkah strategis dalam mengembangkan perekonomian lokal di Kabupaten Sabu Raijua dari segi permodalan.

“Dan pemerintah Sabu Raijua akan menunggu hasil kerja TPAKD agar masyarakat yang bergerak pada sektor usaha kecil dan menengah dapat merasakan kehadirannya”, tutupnya.

Pantauan media ini, Politisi NasDem itu kembali mengajak para rombongan TPAKD, OJK, Bank Indonesia untuk menikmati berbagai sektor ekonomi dan pariwisata yang ada di sabu Raijua seperti Pesona Kelabba Maja, Wisata Rohani Scyber, pesona Gua Mabala, dan lain-lainnya yang ada di kabupaten Sabu Raijua.

Penulis: Dule Dubu

Editor: Chen Rasi

Pos terkait